Custom Search

Kirimkan Donasimu Untuk Palestina

Showing posts with label Open Source. Show all posts
Showing posts with label Open Source. Show all posts

Monday, July 14, 2008

Perkembangan Teknologi Informasi di Tanah Air: Memandang Penjajahan di Jaman Modern

Jika kita selalu menengok kebelakang, jika kita selalu belajar dari kesalahan masa lalu, dan jika kita mau berjuang lebih keras lagi, kondisi sekarang ini tidak akan berlarut-larut. Kita dijajah 350 tahun, memalukan. Lebih memalukan lagi bahwa kita ini membiarkan lagi bangsa ini dijajah kembali oleh imperialisme modern.

Open Source vs Non Open Source
Perdebatan antara penggunaan Open Source dan Non Opern Source kadan membuat diri ini menangis. Sungguh jika kita melihat lebih jauh lagi dimensi perdebatan ini, kita dapat melihat makna didalamnya dengan lebih jelas. Terlepas dari alasan dari kedua belah pihak , sadarkah kita semua bahwa tidak ada bedanya membeli software OS Jendela dengan menyerahkan upeti dijaman penjajah Londo. Anda boleh saja tidak setuju, tapi pada kenyataanya kita ini memberikan uang kepada orang asing, dengan sukarela, menggunakan uang dari kekayaan bumi tercinta ini kepada perusahaan OS Jendela tersebut yang sama sekali tidak pernah perduli terhadap nasib bangsa ini. Kita ini dijajah namanya. Tidak ada bedanya dengan penjajahan Londo jaman pra 1945. Hanya saja modus operandinya yang lain.
Jika kita ingin merdeka dan menjadi bangsa yang besar, kita harus berjuang dengan keras. Memang berat, namun mana ada bangsa besar terbentuk tanpa perjuangan yang berat. Tidak menggunakan OS Jendela, memang berat karena harus berubah sistem dan membiasakan diri terhadap hal yang baru. Waktu terbuat untuk belajar, dana terbuang untuk membiasakan diri. Namun keuntungan akan didapat di akhir nanti.
Para pejuang kemerdekaan menyerahkan nyawa mereka demi bangsa ini untuk meraih kemerdekaan yang mereka tahu pasti belum tentu mereka rasakan. Cita-cita meraih kehidupan yang lebih baik menjadi semangat mereka untuk terus maju. Bagaimana dengan Kita ? Apakah sudah sepadan perjuangan yang kita lakukan untuk memajukan bangsa ini ? Apakah kita masih menggunakan alasan-alasan sebagai pembenaran terhadap kondisi ini ?

Telpon Tanpa Kabel
Di dunia per hape-an juta tidak kalah hebat laju penjajahan ekonomi di negara ini. Berapa pengguna handphone di Indonesia ? Sangat besar jumlahnya. Jika kita asumsikan 50 juta pengguna yang menghabiskan 50ribu tiap bulan, maka ada 2.5 Triliun rupiah. Masalahnya adalah kebanyakan perusahaan tersebut dimiliki oleh asing. Jika hanya 25% keuntungan saja yang masuk ke Indonesia, hanya ada 1T rupiah. 1,5 T rupiah sisanya lari keluar negeri. Belum lagi dengan kebiasaan berganti hape dan membeli hape setiap ada model baru muncul, yang notabene porsi perusahaan penghasil made in Indonesia masih sedikit sekali porsinya.
Bayangkan uang yang kita setor ke negara lain. Itu angka yang diasumsikan dengan angka yang rendah. Lagi-lagi kita ini memberikan upeti ke penjajah ekonomi. Senang atau tidak senang, memang begitulah kenyataannya. Negara-negara lemah sebenarnya terus dijajah.
Jika kita pengguna handphone, dan provider kita dimiliki negara lain opsi berpindah belum tentu cocok. Namun minimal kita tidak memboroskan pulsa kita untuk hal-hal yang tidak perlu. Yah, tulisan ini sekedar mencoba menggugah kesadaran. Semoga bangsa ini bisa melepaskan diri dari tangan-tangan penjajahan modern. Berat dan penuh tantangan, namun bukan berarti mustahil.


Tulisan ini disadur dari blognya Pak Winny, makasih ya pak atas pencerahannya.


Selengkapnya..

Sunday, June 22, 2008

Open Source - Sarana Indonesia Bermartabat

Indonesia saat ini dikenal didunia luar dengan banyak hal-hal negatif, salah satunya sebagai Negara tempat tumbuhnya pembajakan hak intelektual dan hak cipta. Memang banyak alasan orang untuk membajak, diantaranya untuk meraup rupiah, hal ini mungkin dikarenakan sulitnya mencari pekerjaan di Negara tercinta ini, sehingga segala macam cara dilakukan untuk mencari uang termasuk menjual produk bajakan.

Disisi lain karena keterbatasan. Sebagai negara berkembang, distribusi pendapatan yang tidak merata membuat sebagian orang yang terbatas (terbatas pengetahuan dan pendapatannya) membeli dan memakai produk-produk bajakan. Keterbatasan pengetahuan membuat masyarakat tidak mengerti bahwa produk bajakan diharamkan oleh negara. Disisi lain keterbatasan pendapatan membuat masyarakat mencari produk bajakan yang sudah pasti berharga sangat-sangat murah.

Open Source, mungkin ini bisa menjadi salah satu solusi bagi Negara ini, agar mampu meningkatkan citranya dimata Internasional. Keterbatasan pengetahuan masyarakat kita akan ketersediaan "Sumber Terbuka" ini masih sangat minim, padahal perkembangan dunia Open Source belakangan ini sangat drastis karena didukung oleh para penggunanya yang ikut memperbaiki sistem yang sudah ada sebelumnya. Hal ini bisa terjadi karena memang keterbukaan Sumber ini tidak sebatas pemakaian, tetapi dibuka sampai pada tingkat pengembangan, sehingga para penggunanya dapat ikut mengembangkan aplikasi yang disukainya.

Diantara banyaknya Open Source berbasis Unix/Linux, salah satu Distro yang sangat populer belakangan ini adalah UBUNTU yang didukung oleh Canonical Ltd. sebuah perusahaan Eropa yang memang didirikan untuk mensponsori keberadaan Proyek Ubuntu ini, serta dukungan dari para pengguna yang setia, membuat Ubuntu berkembang dengan sangat pesat. Sebenarnya Ubuntu adalah turunan dari Debian, tetapi pada saat ini popularitas Ubuntu mampu menandingi induknya.

Beberapa hal yang mampu membuat distro ini berkembang sangat cepat, mungkin karena tampilan grafisnya yang cukup baik, sehingga para pemula yang ingin mencoba atau bermigrasi ke Linux dapat dengan mudah beradaptasi. Bahkan dari instalasi awal, Ubuntu sudah menampilkan grafis yang memudahkan pengguna untuk melakukan instalasi. Disertai pilihan untuk mencoba terlebih dahulu sebelum melakukan instalasi membuat pengguna tidak harus bekerja keras untuk kembali ke operating system yang dipahaminya sebelum benar-benar bermigrasi.

Kelebihan lain yang dimiliki Open Source yang satu ini, adalah kelengkapan versi Desktopnya, dimana dalam sekali instalasi, pengguna akan mendapatkan Operating System dengan tampilan grafis yang sudah 3D, Aplikasi Kantoran, Aplikasi Web/Internet, hingga Aplikasi Programming cukup dalam 1 CD, dengan waktu instalasi sekitar kurang lebih 30 menit.

Mengenai harga jangan khawatir, dengan aplikasi lengkap dan mudah seperti diatas, cukup mengeluarkan biaya seharga CD Bajakan yang banyak beredar, sekitar Rp. 20 ribuan. Coba bandingkan dengan aplikasi tetangganya yang walaupun sudah dibajak saja masih membutuhkan minimal 3 buah CD (Operating System, applikasi andalan umumnya Office, dan aplikasi anti virus) dengan biaya lebih kurang Rp. 60 ribuan.

Banyak lagi opensource yang tersedia, dengan tampilan grafis yang tidak kalah dari aplikasi berbayar. Akhirnya saya hanya bisa berharap, semoga Bangsa ini bisa bangkit dari keterbatasannya, menjadi Bangsa yang bermartabat dimata Internasional.

Selengkapnya..

Submit This Blog

Add to Technorati Favorites Personal Blogs - BlogCatalog Blog Directory
Free Web Hosting with Website Builder