Custom Search

Kirimkan Donasimu Untuk Palestina

Sunday, June 22, 2008

Open Source - Sarana Indonesia Bermartabat

Indonesia saat ini dikenal didunia luar dengan banyak hal-hal negatif, salah satunya sebagai Negara tempat tumbuhnya pembajakan hak intelektual dan hak cipta. Memang banyak alasan orang untuk membajak, diantaranya untuk meraup rupiah, hal ini mungkin dikarenakan sulitnya mencari pekerjaan di Negara tercinta ini, sehingga segala macam cara dilakukan untuk mencari uang termasuk menjual produk bajakan.

Disisi lain karena keterbatasan. Sebagai negara berkembang, distribusi pendapatan yang tidak merata membuat sebagian orang yang terbatas (terbatas pengetahuan dan pendapatannya) membeli dan memakai produk-produk bajakan. Keterbatasan pengetahuan membuat masyarakat tidak mengerti bahwa produk bajakan diharamkan oleh negara. Disisi lain keterbatasan pendapatan membuat masyarakat mencari produk bajakan yang sudah pasti berharga sangat-sangat murah.

Open Source, mungkin ini bisa menjadi salah satu solusi bagi Negara ini, agar mampu meningkatkan citranya dimata Internasional. Keterbatasan pengetahuan masyarakat kita akan ketersediaan "Sumber Terbuka" ini masih sangat minim, padahal perkembangan dunia Open Source belakangan ini sangat drastis karena didukung oleh para penggunanya yang ikut memperbaiki sistem yang sudah ada sebelumnya. Hal ini bisa terjadi karena memang keterbukaan Sumber ini tidak sebatas pemakaian, tetapi dibuka sampai pada tingkat pengembangan, sehingga para penggunanya dapat ikut mengembangkan aplikasi yang disukainya.

Diantara banyaknya Open Source berbasis Unix/Linux, salah satu Distro yang sangat populer belakangan ini adalah UBUNTU yang didukung oleh Canonical Ltd. sebuah perusahaan Eropa yang memang didirikan untuk mensponsori keberadaan Proyek Ubuntu ini, serta dukungan dari para pengguna yang setia, membuat Ubuntu berkembang dengan sangat pesat. Sebenarnya Ubuntu adalah turunan dari Debian, tetapi pada saat ini popularitas Ubuntu mampu menandingi induknya.

Beberapa hal yang mampu membuat distro ini berkembang sangat cepat, mungkin karena tampilan grafisnya yang cukup baik, sehingga para pemula yang ingin mencoba atau bermigrasi ke Linux dapat dengan mudah beradaptasi. Bahkan dari instalasi awal, Ubuntu sudah menampilkan grafis yang memudahkan pengguna untuk melakukan instalasi. Disertai pilihan untuk mencoba terlebih dahulu sebelum melakukan instalasi membuat pengguna tidak harus bekerja keras untuk kembali ke operating system yang dipahaminya sebelum benar-benar bermigrasi.

Kelebihan lain yang dimiliki Open Source yang satu ini, adalah kelengkapan versi Desktopnya, dimana dalam sekali instalasi, pengguna akan mendapatkan Operating System dengan tampilan grafis yang sudah 3D, Aplikasi Kantoran, Aplikasi Web/Internet, hingga Aplikasi Programming cukup dalam 1 CD, dengan waktu instalasi sekitar kurang lebih 30 menit.

Mengenai harga jangan khawatir, dengan aplikasi lengkap dan mudah seperti diatas, cukup mengeluarkan biaya seharga CD Bajakan yang banyak beredar, sekitar Rp. 20 ribuan. Coba bandingkan dengan aplikasi tetangganya yang walaupun sudah dibajak saja masih membutuhkan minimal 3 buah CD (Operating System, applikasi andalan umumnya Office, dan aplikasi anti virus) dengan biaya lebih kurang Rp. 60 ribuan.

Banyak lagi opensource yang tersedia, dengan tampilan grafis yang tidak kalah dari aplikasi berbayar. Akhirnya saya hanya bisa berharap, semoga Bangsa ini bisa bangkit dari keterbatasannya, menjadi Bangsa yang bermartabat dimata Internasional.

Selengkapnya..

Tuesday, May 20, 2008

Sunday, May 18, 2008

Zyrex Ubud - 1


Setelah menunggu sebulan lebih, akhirnya dapet juga giliran saya. Tidak tahu apa yang membuat zyrex ubud cukup lama indent-nya, apa karena memang terlalu banyak peminatnya. Memang sih, ini laptop saingannya Asus EEE PC di level laptop 7 inchi, tapi buat orang yang mementingkan kapasitas storage, kemungkinan besar akan memilih Zyrex Ubud.

Begitu dapat kabar dari sales distributor Bitcom, saya seneng banget, karena memang sudah penasaran dan butuh. Pertama kali melihat packing-nya, temen-temen yang ikutan nganter langsung komentar, "kayak mainan aja yah". Dibungkus kardus warna kuning dengan gambar-gambar yang cukup funky menurut saya, wajar kalo temen-temen pada komentar begitu, berbeda sama packingnya Everex Cloudbook (sepupunya Ubud yang lahir di Amrik) yang berwarna hijau dengan tulisan "CloudBook" besar ditengah-tengahnya dan logo gambar daun. O iya, sekedar info kalo Zyrex Ubud itu udah launching di luar negeri pake nama Everex CloudBook dan Via NanoBook, bahkan di Malaysia dia masuk pake nama Blue Thunder.

Booting awal lumayan juga, di bundling pakai Windows Vista SE, sayangnya kenapa harus pake yang Starter Edition, padahal CloudBook aja pake gOS (salah satu open source dari rumpunnya Ubuntu-CMIIW), kalo emang tujuannya untuk menekan harga jual, mungkin gOS atau Open Source lainnya bisa dijadikan alternatif oleh Zyrex Indonesia, daripada menggunakan Vista Starter Edition yang cuma bisa buka 3 aplikasi, kalo dipake buat multitasking sayang banget kan.

Coba bayangkan, aplikasi untuk chatting selalu online, trus pakai winamp buat denger musik, abis deh tinggal 1 kesempatan lagi buat buka aplikasi, kesempatan itu kita pake buat buka aplikasi worksheet misalnya. Trus disaat kita butuh buat browsing data di internet salah satu harus kita tutup dulu, ga asyik banget kan?!?!?!. Padahal kalo pake open source bisa irit USD 50 (harga Vista SE), buat ukuran dompet pemakai Low End UMPC duit segitu kan lumayan.

Bagi yang punya mata kurang normal mendingan jangan pake deh, karena lumayan capek liat huruf kecil-kecil, resolusi paling rendah 800 x 480 lumayan besar sih tapi kalau dipakai untuk menjalankann aplikasi yang butuh resolusi tinggi tampilannya jadi kepotong-potong, misalnya tombol "OK" nggak keliatan, ngatasinnya sih gampang tinggal tekan tombol "Fn" sama "F4" bersamaan berulang kali sampai ketemu resolusi yang diinginkan.

Koneksi bluetooth-nya lumayan, buat koneksi ke handphone sebagai modem lumayan cepat nggak neko-neko. Dukungan USB 2 juga asyik kok, kalo pake kabel data buat koneksi ke modem juga enak. Wifi nya terus terang saya belum pernah mencoba serius, baru mencoba untuk deteksi jaringan (soalnya tempat saya mencoba wifi waktu itu bukan hotspot gratisan).

Keyboardnya cukup nyaman buat ukuran tangan saya, jaraknya masih manusiawi buat ukuran tangan orang asia, saya masih bisa ngetik 10 jari disitu, dengan tingkat kesalahan yang cukup sedikit.

Posisi touchpad dipojok kanan atas keyboard dan tombol klik di pojok kiri atas lumayan seru juga, kalo dipake browsing sambil tiduran kayak buat baca buku atau baca e-book sambil tiduran seperti baca novel, kita bisa mainkan itu touchpad pake jari jempol, asyik lah pokoknya.

Storage yang dipakai untuk Zyrex tipe Ubud 311 adalah jenis Pata 1,8 inchi kapasitas 30 GB, ini dia yang membuat saya lebih memilih Ubud dibanding EEE PC yang sudah lahir lebih dulu. Kapasitas harddisk sebesar ini cukup menyenangkan buat saya, karena untuk kebutuhan mobile saya bisa install aplikasi cukup banyak, disamping file-file kantoran yang multimedia lainnya.

Integrated webcamnya cukup seru juga buat chatting, tidak terlalu mengecewakan, memang sih waktu di Mega Bazar saya lihat spesifikasinya 1,3 MP, ternyata hanya 0,3 MP, tidak tahu kenapa bisa jadi begitu yah. Tapi mengingat cam di laptop bukan buat foto-foto, kekecewaan saya jadinya tidak terlalu dalam.

Baterai lumayan awet juga sih, cukuplah kalo buat presentasi, mobile working ato buat mobile browsing, 3 jam sih dapet.

Laptop mungil ini lumayan seru juga buat dibawa jalan-jalan, enteng dan tidak membebani pundak, bahkan kalau hanya untuk mobile sebentaran (sekitar 2 - 3 jam) tidak perlu bawa-bawa chargernya, ini laptop cukup ditenteng pake tangan layaknya bawa buku organizer saja.

Untuk kinerja lumayan juga sih, saya sudah coba buat presentasi pake powerpoint oke juga, setel video lumayan smooth, multitasking tidak mengecewakan, cukup baik buat ukuran low end user laptop. Menurut saya sebanding dengan harga yang dipatok, apalagi untuk kelas 7 inchi, dimana untuk kelas ini selain Asus EEE PC dan Kohjinsa, harganya bisa 2 sampai 3 kali lipatnya.

Kurang fair kalau kekurangannya tidak kita bahas. Salah satu kelemahannya menurut saya adalah panas yang cukup terasa sampai ke keyboard, tapi saya merasa panasnya ini sebagian besar berasal dari harddisk, walaupun hawa panas hembusan dari kipas Processor cukup terasa juga, kendala ini bisa saya atasi dengan menambahkan cooling fan. Cooling fan ini cukup banyak tersedia di pasaran dengan harga mulai Rp. 80 ribuan. Saya sendiri pakai model cooling fan yang ada USB Hub nya, jadi sekalian menghilangkan keterbatasan USB Port (Ubud 311 hanya punya 2 USB Port).

Ketiadaan Optical Drive, hal ini cukup mengganggu untuk melakukan instalasi awal, khususnya kalo kita mau ganti Operating Systemnya. Untuk masalah ini, mau tidak mau kita harus pakai Optical Drive eksternal yang dipasaran juga sudah banyak dijual mulai dari Rp. 700 ribuan. Tapi kalau kita mau lebih irit, kita bisa pakai OD yang buat Desktop terus ditambahin casing buat koneksi USB, untuk model begini bisa didapat sekitar Rp. 400 ribuan ( DVD RW Rp. 250 rb ditambah Casing USB Rp. 150 rb).

Ada kelemahan lain yang menurut saya sangat mengganggu, yaitu pemakaian Operating System Windows Vista Starter Edition. Aplikasi ini seharga 10% dari harga Ubud itu sendiri, yaitu sekitar Rp. 500 ribuan. Memang cukup murah sih kalau dibandingkan dengan OS yang versi Full, tetapi sangat mahal kalau dibandingkan dengan "Open Source" yang gratis dan komplit. Belum lagi kalau kita ingin menambah aplikasi Office berbayar.

Sebagai perbandingan, untuk paket Ubuntu 8.04 LTS (salah satu OS berbasis Linux) yang didalam paket instalasi awal sudah tersedia aplikasi kantoran "Open Office" yang mudah dioperasikan layaknya aplikasi kantoran berbayar "Microsoft Office", games, multimedia player, Firefox 3 (untuk browsing internet) dan lain-lain, kita cukup membayar biaya burning CD saja, seharga CD Bajakan sekitar Rp. 20 ribu.

Kalau saja pihak Zyrex selaku Pemegang Merek Ubud ini mau memberikan pilihan operating systemnya, saya pasti akan pilih pakai linux, trus selisihnya bisa dipakai buat membeli optical drive dan cooling fan.

Selengkapnya..

Thursday, April 10, 2008

Touch Screen Buat Asus EEE PC

Sudah pada tau kan proyeknya Intel untuk mewujudkan 1 PC untuk 1 Keluarga. Dalam upaya mewujudkan proyek itu, Intel menggandeng beberapa vendor komputer untuk memproduksi PC dengan harga terjangkau, salah satunya Asus EEE PC. Produk ini hadir dalam bentuk Mini Notebook, atau biasa disebut Sub Notebook dengan formasi layar 7 inci dan berat yang tidak sampai 1 kg ditambah lagi harga yang cuma 2 jutaan (harga saat launching), EEE PC cukup layak buat dimiliki.

Buat yang sudah punya Sub Notebook ini, dan ingin menambahkan feature touchscreen biar lebih keren saya coba bantuin yah, dah ada yang bikinin filmnya kok, liat disini yah.

Bagi yang sering ngoprek PC, kayaknya sih ga terlalu sulit, cuma tambahan dana yang diperlukan hampir setengah dari harga EEE PC itu sendiri. Yang diperlukan hanya sebuah “Touchscreen 4 Wire” ukuran 7 inchi dan sebuah “USB Touch Screen Controller 4 Wire” bisa di coba googling buat liat barangnya lebih jelas, atau order sekalian kalo berminat.

Di film itu, dipake slot USB untuk webcam, karena slot itu yang dirasakan paling menganggur dan dia juga menyarankan untuk tidak menggunakan slot USB yang diluar. Silahkan menyaksikan.

Selengkapnya..

Sunday, April 6, 2008

Friday, November 9, 2007

"BLOG" Apaan sih ??

Pertama gue tau, gw kira blog itu cuman buat iseng nulis-nulis, ngisi waktu luang. Pernah juga gw pikir ngeblog itu buat nyari jatidiri, ternyata banyak juga manfaat yang bisa diambil dari ngeblog ini. Gue coba berbagi pikiran di blog ini yah.

Bagi-bagi Ilmu
Dalam agama Islam (secara gue seorang muslim), bagi-bagi ilmu itu besar manfaatnya, khususnya buat ngelanjutin amal ibadah kita yang putus saat kita meninggal. Karena walaupun kita dah ga ada, selama ilmu kita masih dipelajari orang, maka pahalanya tetep nyampe ke kita.
Secara duniawi, orang yang sering membagikan sesuatu yang dia punya, pasti sering juga dikasih sama orang laen. Begitu juga ilmu, misalnya dengan sharing ilmu kita, trus ada yang komentar kasih saran, masukan, tanggapan bahkan kritikan yang semuanya udah jelas bakal nambahin ilmu kita.

Tempat Informasi
Sekarang ini, banyak komunitas yang ada didunia udah ngandelin internet buat sarana informasinya, bahkan untuk keanggotaan online pun sudah banyak yang menyediakan. Salah satu sarana yang dipake yah blog model beginilah, karena selain gratis juga ga ribet urusan administrasi. Emang udah banyak juga yang bikin website sendiri, tapi itu juga kalo udah mapan. Jangankan sebuah komunitas yang baru terbentuk, bahkan badan usaha pun masih ada juga yang mengandalkan blog sebagai media promosi usahanya.

Cari Duit
He, he, he... ini nih yang lumayan menarik. Sekarang ini nyari duit tuh gampang-gampang susah, intinya asal kita mau usaha ga mungkin lah ga ada hasilnya.
Nyari duit pake blog salah satunya bisa pake "AdSense". Produk Google ini lumayan populer dikalangan publisher blog, yah "nothing to loose" lah. Disamping manfaat dan tujuan lain bikin blog, kalo diselipin ama Google AdSense ada harapan buat dapet pendapatan sampingan. Caranya gampang kok, tinggal ikutan aja google adsense

Iklan Gratis
Banyak juga lho yang manfaatin blog buat sarana iklan gratis, biasanya toko-toko yang pemiliknya doyan ngenet, lumayan lah apalagi kalo tu orang aktif di milis-milis yang sesuai ama dagangannya, misalnya pedagang handphone yang aktif di milis handphone, trus dia selalu nyelipin link blognya sewaktu posting di milis, biar orang-orang pada tau, trus maen ke blognya, trus tau deh kalo dia punya barang-barang yang mungkin dibutuhkan.

Masih dikit yah pengetahuan gue soal blog, buat yang tau tolong donk di kasih tau biar gue nambah pengetahuan.

Selengkapnya..

Submit This Blog

Add to Technorati Favorites Personal Blogs - BlogCatalog Blog Directory
Free Web Hosting with Website Builder